Blog

PEMBANGUNAN JALAN PAVING BLOCK AREA DALAM EKOWISATA SUNGAI MUDAL

WhatsApp Image 2022-03-16 at 12.39.14
WhatsApp Image 2022-03-16 at 12.39.14
PB
PB
PB
PB

Dengan sesanti / slogan : Sawiji, Greget, Sengguh & Ora Mingkuh, organisasi Ekowisata Sungai Mudal di masa PPKM Level 4 ini menjadi lebih semangat untuk membangun dan melaksanakan program pembangunan berupa pemasangan paving block jalan area dalam Ekowisata Sungai Mudal. Program tersebut bertujuan agar pengunjung nyaman dan tidak terpeleset, selain itu dengan pemasangan paving block air hujan akan langsung meresap ke tanah. Sesuai dengan kesepakatan pada rapat awal membahas rencana pembangunan dimaksud bahwa  pembangunan paving block jalan akan dikerjakan pada malam hari, yaitu : Malam Senin, Malam Selasa, Malam Rabu, Malam Kamis, Malam Sabtu dan Malam Minggu.

Target pambangunan secara swadaya ini adalah 80 meter. Namun setelah melihat hasil pembangunan sangat memuaskan, pengelola menjadi lebih bersemangat lagi untuk menambah volume pembangunan paving block, dari target awal 80 meter menjadi 160 meter.

Semua program yang berjalan bertujuan agar setiap tahun Ekowisata Sungai Mudal ada penambahan program lebih-lebih program secara swadaya. Program bantuan dari pemerintah dan CSR / Bina Lingkungan PT PLN (persero) sebagai penyemangat organisasi untuk berkembang dan maju.

Setelah pembangunan jalan paving block ini akan dilanjutkan dengan pembangunan Panggung Alami yang bertujuan sebagai panggung serbaguna, yang bisa dimanfaatkan untuk pentas kesenian lokal  antara lain  Jatilan anak-anak, Angguk anak-anak,  Seni Tari, Seni Musik, dan bisa untuk kegiatan rapat dan bisa juga untuk kegiatan yang lainnya.

Dengan harapan setelah program pembangunan paving block jalan ini pengunjung Ekowisata Sungai Mudal semakin nyaman, kerasan dan terkenang berkunjung di Ekowisata Sungai Mudal, sehingga akan berkunjung ulang dan mengajak family ke Ekowisata Sungai Mudal.

PENERBITAN SERTIFIKAT CHSE MERUPAKAN SALAH SATU SYARAT DIBUKANYA DESTINASI WISATA

Tak sedikit destinasi wisata dan usaha yang bergerak di bidang pariwisata telah resmi mengantongi sertifikasi CHSE. Menurut laman resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, saat ini sudah ada 5.882 usaha pariwisata tersertifikasi yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) adalah proses pemberian sertifikat kepada Usaha Pariwisata, Destinasi Pariwisata, dan Produk Pariwisata lainnya untuk menjaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan. Ini berjalan sesuai protokol kesehatan dan panduan yang ada dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Ketentuan sertifikasi CHSE, meliputi pemberian sertifikasi CHSE untuk usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan produk pariwisata lainnya (tidak dikelola oleh usaha pariwisata) dilakukan oleh lembaga sertifikasi. Informasi ini turut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi Kemenparekraf pada 21 Agustus 2021.

Kemudian, Kemenparekraf  memberi label kepada usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan produk pariwisata lainnya (tidak dikelola oleh usaha pariwisata) yang telah tersertifikasi. Usaha pariwisata dan destinasi pariwisata yang telah mendapat sertifikasi CHSE dan label I do Care dapat menggunakan logo I do Care pada produk dan jasa yang dimiliki untuk keperluan promosi pariwisata.

Sertifikasi CHSE berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan hasil penilaian ulang. Sertifikasi ini tidak dipungut biaya apapun alias gratis.

Dimensi sertifikasi CHSE, terdiri atas Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan. Sementara, tiga kriteria yang perlu dipenuhi adalah manajemen atau tata kelola, kesiapan karyawan, hingga partisipasi pengunjung.

Ekowisata Sungai Mudal telah mendapatkan Sertifikat CHSE dari Kemenparekraf pada Tanggal 22 September 2021, dan sertifikat CHSE tersebut berlaku sampai dengan Tanggal 21 September 2022.

Dengan diterimanya sertifikat CHSE Ekowisata Sungai Mudal mulai uji coba buka tempat wisata pada Tanggal 25 Oktober 2021, mengingat D.I. Yogyakarta sudah dikategorikan pada PPKM Level 2. Sehingga tempat-tempat wisata di Kabupaten Kulon Progo boleh uji coba buka dengan kapasitas 25% dari posisi normal.

Ekowisata Sungai Mudal tetap menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat, antara lain: (1) Pengunjung harus mencuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer,  (2) Mengukur suhu dengan Thermo gun yang disediakan, (3) Pengunjung melaksanakan Scaner dengan aplikasi Peduli Lindungi, (4) Memakai masker, (5) Tidak boleh berkerumun, (6) Pengunjung mentaati waktu berkunjung yang telah ditetapkan.

Sertifikat CHSE
Sertifikat CHSE
Sertifikat CHSE

AD/ART ORGANISASI EKOWISATA SUNGAI MUDAL REVIEW TAHUN 2020

Dalam menjalankan program kerja organisasi Ekowisata Sungai Mudal 2019 – 2021 agar program berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan dan tidak bertentangan dengan aturan yang telah disepakati, maka telah disusunlah AD/ART sebagai pedoman untuk menjalankan kebijakan organisasi.

Selama organisasi ini berdiri pada Tahun 2015 telah diadakan review AD/ART dua (2) kali, adapun AD/ART Organisasi Ekowisata Sungai Mudal seperti file/dokumen sebagai berikut:

Paste your code here.

Sebagai tindaklanjut Gubernur DIY keluarkan Surat Edaran Putar Lagu Indonesia Raya Rutin Setiap Hari, Pengelola Ekowisata Sungai Mudal setiap pagi sebelum briefing pagi dimulai menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, kegiatan dimaksud dimulai pada Tanggal 20 Mei 2021 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional

 

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan HB X mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 26/SE/V/2021 tentang Memperdengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

 

SE yang dikeluarkan pada 18 Mei 2021 itu ditujukan kepada bupati dan wali kota se-DIY, pimpinan perwakilan instansi pemerintah pusat di DIY, sekretaris DPRD, kepala dinas daerah, dan kantor di lingkungan Pemda DIY, pimpinan BUMN dan BUMD, serta pimpinan perusahaan swasta.

 

SE itu berisi ketentuan untuk memperdengarkan lagu Indonesia Raya secara rutin.

 

“Dalam rangka meningkatkan semangat nasionalisme serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta NKRI, perlu memperdengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya,” ujar Sultan HB X dalam surat edarannya.

 

Ada dua ketentuan memperdengarkan lagu Indonesia Raya yaitu:

 

Pertama, lagu Indonesia Raya satu stanza diperdengarkan setiap pukul 10.00 WIB atau setiap pagi saat memulai aktivitas kegiatan.

 

Kedua, setiap orang yang hadir pada saat Lagu Kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan dan atau dinyayikan, wajib berdiri tegak dengan sikap hormat.

 

Dengan tindaklanjut SE ini harapannya jiwa dan semangat nasionalisme yang mulai pudar akan mulai terpupuk/tergugah kembali, dengan semangat Indonesia Raya pengelola Ekowisata Sungai Mudal secara sungguh-sungguh  akan memajukan organisasi dengan tujuan peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat yang terlibat langsung maupun tidak langsung.

 

WhatsApp Image 2021-05-20 at 07.32.59(1)
IR
Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan Briefing oleh Ketua Organisasi Ekowisata Sungai Mudal, sebelum memulai kegiatan / pekerjaan secara rutin.

KEGIATAN JUM’AT SEMANGAT DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL

Gerakan “JUM’AT SEMANGAT”  selalu dilaksanakan di Area Ekowisata Sungai Mudal. Secara rutin dilaksanakan kerja bakti pembersihan area dan pembenahan sarana dan prasarana yang ada, dengan harapan dengan kegiatan dimaksud suasana di area Ekowisata Sungai Mudal tetap dalam kondisi Sehat, Bersih, Hijau dan Indah sesuai dengan tujuan tempat wisata ini didirikan.

Pada hari Jumat, 30 April 2021 ini kegiatan yang dilaksanakan adalah Pembersihan jalan dari bendung/ kolam  bawah sampai simpang tiga Ngasem, Pembersihan dan pengecatan dinding/ pagar  Bak Air Munum Masyarakat, Pengecatan Kantor ESM dan Finishing pembuatan Gudang Pendopo Sekolah Sungai.

Dengan gerakan Jumat Semangat ini sebagai evaluasi dan survey apa saja sarana dan prasarana ESM yang perlu direhab dan dibangun, serta  untuk merencanakan potensi/kegiatan  apa yang bisa diusulkan masuk dalam  program kerja ESM  Tahun 2021 – 2023.

Semoga dengan kekompakan dan soliditas personal  Ekowisata Sungai Mudal, dapat mengarah kepada penyadaran pola pikir  masyarakat dalam menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Dengan upaya dimaksud akan tercipta suasana yang lingkungan ESM yang Sehat, bersih, hijau dan indah ini berdampak pada meningkatnya pengunjung ESM  dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
WhatsApp Image 2021-05-01 at 12.03.52

PEMBANGUNAN JEMBATAN 2 UNIT DI AREA EKOWISATA SUNGAI MUDAL

Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’

Dalam rangka melaksanakan program kerja Organisasi Ekowisata Sungai Mudal Tahun 2019-2021, yang sebagian besar program kerja tersebut sudah telaksana berasal dari tabungan organisasi dan bantuan dari Program Bina Lingkungan PT. PLN (persero). Bantuan PBL PT. PLN (Persero) diikuti Swadaya organisasi pada Tahun 2020 adalah Pembangunan Pendopo Sekolah Sungai /pengadaan  sarana penunjang berupa Laptop, Proyektor, Soundsystem, Meja/Kursi dll dan pembangunan Kolam Pemandian khusus untuk anak-anak. Yang semua kegiatan berjalan lancar dan selesai 100%.

Untuk program selanjutnya bersumber dari tabungan organisasi adalah Pembangunan Jembatan  bersama  Pagar depan mata air, dan pembangunan Jembatan posisi dibawah air terjun Ekowisata Sungai Mudal. Kegiatan pembangunan dimulai dari awal Bulan Februari 2021 dengan progress yang sangat memuaskan. Dengan sumber daya organisasi yang ada serta dengan semangat T7 (Tekad, Tekun, Teliti, Telaten, Temenan, Temen dan Tinemu) semua pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan target waktu yang telah disepakati bersama.

Dengan dibangunnya 2 unit jembatan ini dengan harapan pengunjung akan lebih nyaman/ aman dan lebih menarik,  karena diawal adalah jembatan bambu yang daya tahannya sangat terbatas.

RUTINITAS GERAKAN KERJA BAKTI PASCA DEBIT AIR SUNGAI / MATA AIR MUDAL TINGGI

Kegiatan rutinitas pengelola Ekowisata Sungai Mudal di Musim Penghujan, seperti tahun-tahun sebelumnya kegiatan pokok adalah pengaturan saluran air,  pembersihan area wisata, pembenahan tanggul sungai yang terkikis/ longsor kecil karena banjir dan pengerukan/ pembersihan lumpur di bantaran dan terutama di kolam pemandian alami.

Semuanya dilaksanakan demi kenyamanan pengunjung Ekowisata Sungai Mudal, Sering bertepatan hari libur Ekowisata Sungai Mudal ditutup karena malam harinya hujan deras dan terjadi banjir sehingga menjebabkan air menjadi agak keruh dan terjadi penimbunan lumpur di kolam alami. Kalau dengan kondisi dimaksud ESM tetap dibuka maka dikhawatirkan pengunjung akan kecewa, pertama debit air besar dapat menimbulkan kerawanan / bahaya bagi keselamatan pengunjung, kedua kondisi air yang keruh pengujung tidak bisa bermain air/ mandi di kolam alami.

Maka setiap ada kondisi seperti dimaksud di pagi harinya pengelola ESM secara rutin melaksanakan kegiatan kerja bakti.

Organisasi Ekowisata Sungai Mudal selalu bertekad membuat pengunjung menjadi aman dan nyaman dengan terwujudnya area Ekowisata Sungai Mudal  dengan lingkungan yang hijau, udara bersih, air yang sehat dan indah sebagai pendukung kehidupan wilayah sekitar area wisata melalui peran serta masyarakat, pemerhati lingkungan dan pemerintah.

Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Gerakan kebersihan dan penataan area Ekowisata Sungai Mudal

PEMBANGUNAN TEMPAT PARKIR EKOWISATA SUNGAI MUDAL

Tempat Parkir adalah merupakan kesan pertama bagi pengunjung, apabila tempat parkir dibuat secara asal-asalan dimungkinkan wisatawan juga akan meragukan keberhasilan pengelolaan sebuah   tempat pariwisata. Di Ekowisata Sungai Mudal tersedia 2 tempat parkir yaitu Parkir bawah berada setelah pintu masuk sebelah bawah (Loket 1). Dan Parkir Atas, berada sebelum pintu masuk sebelah atas (Loket 2).

Setelah liburan akhir tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 direncanakan tempat parkir bawah dan atas akan dibangun dan dibuat tempat parkir yang representatif.  Tempat Parkir tersebut akan dilengkapi dengan palang pintu otomatis, perkerasan parkir dan Rumah kendaraan.

Tempat Parkir (Loket 2) pada Bulan Desember pertengahan akan dipindahkan di tempat parkir yang baru dikarenakan lahan parkir yang ada akan digunakan sebagai tempat usaha / warung oleh  pengusaha  bidang  kuliner.  Dengan dimintanya lahan rersebut oleh pemilik lahan dan akan dikerjasamakan dengan pengusaha kuliner  adalah hak dari pemilik lahan, sehingga organisasi ESM secara  rela, tulus dan ikhlas melepas tempat parkir tersebut . Organisasi ESM tetap berpegang teguh pada prinsip pemberdayaan, bahwa UMKM yang berkembang dengan berdirinya ESM tidak boleh merugikan/ mematikan UMKM yang baru akan mulai tumbuh berkembang. Dan hal dimaksud  tidak membuat nyali organisasi Ekowisata Sungai Mudal menjadi kecil hati/pesimistis, justru dengan semangat kebersamaan dan jiwa gotong royong untuk mempertahankan semangat edu-ekowisata yang sudah tertanam sejak organisasi berdiri, organisasi akan menjadi lebih bersemangat,  terpacu dan terpicu untuk maju. Organisai ESM sudah punya komitmen untuk menghargai pemberdayaan kemampuan dan ketrampilan Sumber Daya Manusia Lokal Jatimulyo, karena apabila program ini berhasil akan selalu terpelihara sifat Asih, Asah, Asuh dan akan lebih memupuk sikap  Handarbeni. selain itu personal organisasi selalu berpedoman pada 7 T, yaitu : TEKAD, TELITI, TELATEN, TEKUN, TEMENAN, TEMEN & TINEMU.

Tampat parkir segera akan dimulai pengerjaannya dengan menggunakan alat berat, karena organisasi mengejar target event liburan akhir tahun 2020 dan liburan Tahun Baru 2021. Semoga Alloh SWT meridloi usaha dan jerih payah masyarakat yang dilaksanakan secara tulus demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Tempat Parkir   yang akan direlokasi/reposisi karena akan dikerjasamakan oleh pemilik lahan dengan Pengusaha Kuliner 
Lahan Milik Bp. Sukidal dapat menampung 75  sepeda motor



Lahan Bp. Sugiyo dapat menampung lebih kurang 75 Sepeda Motor

 

Lahan Ibu Jemini daya tampung 35 Mobil
Musyawarah Perwakilan Pengurus ESM dengan Pemilik Lahan membahas persiapan pengerjaan  lahan parkir yang lebih luas dan representatif.

Organisasi Ekowisata Sungai  Mudal tumbuh dan berkembang penuh dengan banyak cobaan,  tantangan dan godaan.  Dari pengalaman pahit akan berdampak pada semangat dan kekompakan  organisasi akan  menjadi lebih solid, sedangkan pengalaman manis tidak akan membuat organisasi ESM  menjadi terlena, sedangkan tantangan kedepan adalah mewujudkan ESM lebih maju dan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan/ kesadaran masyarakat lebih mengena. Semoga dengan sinergitas stakeholder (Pengelola – Masyarakat – Pemerintah Kalurahan Jatimulyo – Pemerintah Kapanewon Girimulyo – Dinas Pariwisata – DPRD Kab. Kulon Progo – BUMN Pembina) akan terwujud tempat wisata yang lebih tertata, teratur dan terprogram.

Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’

Dimulainya pengerukan lahan parkir, Sabtu, 05 Desember 2020

Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’

Pengerukan Spot 1 sudah selesai tinggal perkerasan lahan parkir, dan kedepan disisi timur karena ditunjang dengan panorama yang menarik rencananya dikembangkan  menjadi 2-3 spot selfi 

Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’

Perataan/Pengerukan  Parkir Spot 2 dimulai Senin, 07 Desember 2020

Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’

Perataan tempat parkir sudah selesai Hari Selasa, 08 Desember 2020 & Spot 1 siap untuk difungsikan

BANTUAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN PT. PLN (Persero) TAHUN 2020 DIIKUTI KESADARAN ORGANISASI UNTUK BERSWADAYA

Seiring dengan perkembangan Ekowisata Sungai Mudal,  untuk melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan di area Ekowisata Sungai Mudal ditempuh dengan cara: (1)  swadaya organisasi ESM,   (2) Bantuan dari pemerintah dan  (3) Bantuan dari Program Bina Lingkungan PT. PLN (Persero).  Ekowisata Sungai Mudal  sejak Tahun 2016  menjadi binaan PT. PLN (Persero). 

Pada Tahun 2020 ini Ekowisata Sungai Mudal mendapat kepercayaan dari PT. PLN (Persero) untuk melaksanakan bantuan Program Bina Lingkungan sesuai program yang di ajukan oleh Tim Penerima Program Bina Lingkungan PT. PLN (Persero). Untuk tahun 2020 ini program yang disetujui sebagai berikut:

1.    Program Sekolah Sungai.

Krisis lingkungan hidup dan perhatian pada kerusakan habitat (ekosistem) sungai mendorong lahirnya Sekolah Sungai. Indonesia selalu terancam krisis air yang selanjutnya berdampak pada krisis pangan, krisis energi dan lain-lain. Sekolah Sungai merupakan salah satu jalan yang efektif dan strategis untuk menyiapkan masyarakat dan lingkungan menghadapi krisis air. Relasi simbiosis mutualisme perlu dibangun antara masyarakat dan sungai sebagai bagian dari penyelamatan lingkungan hidup (bumi).

Sekolah sungai merupakan perwujudan dari salah satu upaya untuk  menghemat dan melestarikan air / Sumber Air (Mataair) yang ada Program ini dilaksanakan dalam rangka  untuk menunjang keberhasilan pembangunan lingkungan hidup  berkelanjutan. Pada skala dunia, air mendapat perhatian dalam upaya menjaga keberlanjutan planet bumi, oleh karenanya air yang ada di perdesaan dan perkotaan-pun dan yang ada di sekitar permukiman manusia sangat penting dikelola dengan baik. Artinya, air di sungai menjadi penting bagi pelestarian ekosistem kehidupan manusia di perdesaan maupun di perkotaan.

Sekolah Sungai tepat untuk menghadapi ancaman krisis air. Oleh karenanya, Sekolah Sungai harus memperhatikan panca daya sungai :

1.    Sungai itu harus URIP, air yang memberi kehidupan;

2.    Sungai itu harus WARAS, sungai yang menyehatkan;

3.    Sungai itu harus WASIS, sungai yang bisa membangkitkan kesadaran masyarakat;

4.    Sungai itu harus WANGUN, sungai yang rapi, tertata  dan indah;

5.    Sungai  itu harus RAHAYUsungai yang lestari.

Sungai-sungai umumnya banyak  sampah, limbah, terutama sungai yang berada di pemukiman dan perkotaan. Sungai yang dikelola-pun kadang kurang diperhatikan kaitannya dengan ekosistem. Pada sisi lain, masyarakat tidak lagi memperhatikan sungai dan bahkan meninggalkan sungai, padahal sungai adalah alam yang sangat berguna bagi manusia.

Peran sungai sangat vital, maka penting untuk mengembalikan kesadaran masyarakat mengenai pelestarian sungai. Sungai memiliki peran strategis, diantaranya sebagai penyedia air, menanggulangi banjir, menanggulangi kekeringan, sebagai sarana  pembentuk iklim mikro, faktor penentu kesehatan ekosistem, jalur hijau, dan wahana pendidikan.

Restorasi sungai hadir sebagai gerakan mengubah pola pikir masyarakat, dengan membangkitkan kesadaran bahwa sungai mulai terancam dan perlu dilestarikan. Sungai-sungai kini telah tercampur oleh sampah dan limbah serta luput dari perhatian masyarakat. Potensi positif yang dapat dihasilkan dari sungai juga berkurang. Gerakan restorasi sungai bertujuan untuk mengembalikan jati diri sungai sebagai kawasan ekologis dengan keragaman flora dan fauna yang bermanfaat untuk masyarakat sambil dilestarikan.

Pendidikan merupakan salah satu jalur penting dan strategis untuk mengubah keadaan dalam jangka panjang. Lewat pendidikan terjadi perubahan mindset orang, komunitas dan masyarakat yang makin luas. Pendidikan merupakana kunci perubahan dan sangat efektif mengubah keadaan mulai dari manusia. Pendidikan sangat penting dalam pelestarian lingkungan. Pendidikan berperan sangat penting dalam mengubah mindset dan perilaku manusia dan berpotensi melestarikan planet bumi.

Sarana dan prasarana yang akan dilaksanakan di program ini antara lain :

(1) Rumah Limasan

(2) Meja dan Kursi

(3) Almari / Rak Buku

(4) Sound System

(5) Proyektor

(6) Buku untuk bahan bacaan pengunjung

(7) Dan lain-lain (Menyesuaikan)

Untuk buku sudah ada buku bantuan pemerintah sebanyak 1000 buku (500 judul)

Limasan ESM
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’
meja

2.    Pembangunan Kolam Pemandian Anak-anak.

Di Ekowisata Sungai Mudal belum tersedia sarana dan prasarana kolam pemandian yang dihitung lebih aman dan nyaman bagi anak-anak kecil, meskipun saat ini tersedia kolam alami di bantaran kali yang aman bagi anak kecil, namum dalam segi kenyamanan masil bisa dinilai kurang. Seiring dengan upaya kelengkapan sarana untuk mandi, mainan air  dan renang Ekowisata Sungai Mudal berkat bantuan Bina Lingkungan PT. PLN (Persero) mulai membangun Kolam Renang / Pemandian untuk anak-anak dengan volume lebih kurang 20 meter x 10 meter dibuat menjadi 2 petak kolam.

kolam4 - Copy
kolam
esm ok1
klm esm

3.    Perijinan Usaha Pariwisata.

Tempat Wisata dikatakan legal / diakui oleh pemerintah apabila tempat wisata tersebut telah memiliki izin beroperasi oleh pemerintah.

Izin berupa Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang sebelumnya harus bisa melengkapi beberapa persyaratan antara lain:

(1)  Badan Hukum Organisasi ( Organisasi / BH. Koperasi dll)

(2)  Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terhadap bangunan yang telah ada di Area Wisata (di DPMPT KP)

(3)  Izin Lingkungan (di Dinas Lingkungan Hidup KP)

Semoga 3 (tiga) program ini bisa terwujud berkat bantuan Program Bina Lingkungan PT. PLN (Persero) dan diimbangi dengan Swadaya Organisasi.

PROGRAM KERJA ORGANISASI EKOWISATA SUNGAI MUDAL AKHIR TAHUN 2020 DAN AWAL TAHUN 2021

Dalam rangka untuk mencapai Tujuan Organisasi Ekowisata Sungai Mudal yang dapat dicapai melalui Visi dan Misi Organisasi Ekowisata Sungai Mudal perlu adanya sistem  perencanaan pembangunan yang sistematis. Untuk mencapai tujuan tersebut telah disusun Program Kerja Tahunan. Adapun Program Kerja Organisasi yang tersisa sedang berjalan dan akan dilaksanakan adalah:

1.   Program Sekolah Sungai (SS)

Program Sekolah Sungai adalah Kegiatan yang dibiayai oleh Bantuan  Program Bina Lingkungan PT. PLN (Persero). Yang mana program dimaksud baru dilaksanakan pembangunan Limasan yang kedepan untuk kegiatan pembelajaran SS. Kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan antara lain :

(i)    Meja dan Kursi 10 Pasang.

(ii)   Rak Buku.

(iii)  Buku Perpustakaan (sudah ada buku bantuan dari pemerintah 500 judul @ 2 buku, jadi total 1000 buku).

(iv)  Proyektor 1 paket.

(v)   Sound System 1 paket.

(vi)  Modul Pembelajaran.

2.   Kolam Pemandian anak-anak dan dewasa

Kolam pemandian ini baru dibangun juga dibiayai oleh Bantuan  Program Bina Lingkungan PT. PLN (Persero). Kolam ini dibangun karena dinilai Ekowisata Sungai Mudal masih minim sarana dan prasarana kolam pemandian anak-anak yang representatif. Dengan harapan setelah kolam ini bisa terwujud akan menjadi kolam yang bersih, sehat, aman dan nyaman. Kedepan kolam ini juga akan dilengkapi tempat bilas air hangat dan air dingin, agar setelah mandi anak-anak bisa bilas sesuai dengan pilihan. Kolam dibangun menempati ruang 11 x 21 meter, yang akan dibangun kolam sejumlah 2 spot yaitu 1 spot kolam anak-anak 1 spot kolam anak/dewasa (sebagai pendamping anak-anak). Kolam tersebut juga akan dilengkapi dengan fasilitas safety berupa ban dan baju pelampung.

3.   Perijinan Tempat Pariwiisata / Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP)

Tempat wisata bisa dikatakan Legal/Resmi apabila sudah memiliki izin dari pemerintah, untuk memenuhi hal dimaksud Ekowisata Sungai Mudal dalam proses pengajuan Izin Tempat Pariwisata. Yang kegiatan ini juga disuport melaui Bantuan Program Bina Lingkungan PT. PLN (Persero). Seperti kita diketahui sebelum TDUP turun sebagai prasyarat adalah sebagai berikut:

(i)    Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

(ii)   Badan Hukum Usaha Pariwisata.

(iii)  Izin Lingkungan.

(iv) Akta Pendirian Tempat Wisata

Selain TDUP organisasi Ekowisata Sungai Mudal juga akan menetapkan Badan Usaha Organisasi yaitu berupa Koperasi Serba Usaha Ekowisata Sungai Mudal.

4.   Pembangunan Jembatan Penghubung Semi Permanen dan Pagar posisi depan Mata Air Mudal.

Jembatan dan pagar ini harus dibangun karena Mata air Mudal perlu dilestarikan dan perlu keamanan yang memadahi, agar pengunjung tidak bebas masuk di Goa/ Mata Air, karena apabila pengunjung masuk goa akan menimbulkan polusi/ pencemaran air karena mata air mudal juga merupakan sumber air minum masyarakat. Dan juga kalau pengunjung/ wisatawan masuk goa terlalu dalam juga berbahaya/ beresiko pada keselamatannya karena kedalaman air lebih dari 2 meter.

Harapannya setelah dibangun jembatan dan pagar semi permanen akan lebih kelihatan bersih, indah, aman dan nyaman.

5.   Pemasangan Pesawat CCTV di Area Ekowisata Sungai Mudal.

Pemasangan CCTV ini sangat diperlukan karena pertimbangan keamanan sarana dan prasarana Ekowisata Sungai Mudal. Dan keamanan barang milik pengunjung yang berada di area Ekowisata Sungai Mudal. Tempat-tempat yang layak di pasang CCTV antara lain:

(i)     Tempat Parkir Bawah (keamanan kendaraan dan helm)

(ii)   Tempat Parkir Atas (keamanan kendaraan dan helm)

(iii)  Area kolam pemandian (tidak mengarah ke kolam)

(iv)  Area Taman

(v)   Area Pendopo

(vi)  Dan tempat lain yang penting untuk dipasang CCTV

6.

Pembangunan Jalan Setapak dari Ngasem – Kolam Pemandian Bawah, Rehab Jalan Setapak dan Pembangunan Jalan Setapak Ramah Difable

 

Dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan di Ekowisata Sungai Mudal sangat dibutuhkan akses jalan layak, aman dan nyaman di area wisata, antara lain :

(1).  Jalan setapak Ngaseem – Kolam Pemandian Bawah Volume 165 m x 1 m.

(2). Rehab jalan setapak yang kondisinya sudah ada yang perlu pembenahan, yang         dikhawatirkan akan berisiko pada keselamatan pengunjung.

(3).Jalan Ramah untuk kaum Difable (volume 75 x 1 m). Jalan ini sangat dibutuhkan oleh kaum difable, anak-anak dan manula. Dengan harapan setelah jalan ini dibangun kaum difable akan lebih enjoy dan nyaman berwisata di Ekowisata Sungai Mudal. Dengan fasilitas pagar pengaman dan kursi roda untuk kaum difable.

 

7.

Pembangunan Tempat Parkir Yang Representatif

 

Tempat Parkir adalah merupakan kesan pertama bagi pengunjung, apabila tempat parkir dibuat secara asal-asalan dimungkinkan wisatawan juga akan meragukan keberhasilan pengelolaan sebuah   tempat pariwisata. Di Ekowisata Sungai Mudal tersedia 2 tempat parkir yaitu Parkir bawah berada setelah pintu masuk sebelah bawah (Loket 1). Dan Parkir Atas, berada sebelum pintu masuk sebelah atas (Loket 2).

Setelah liburan akhir tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 direncanakan tempat parkir bawah dan atas akan dibangun dan dibuat tempat parkir yang representatif.  Tempat Parkir tersebut akan dilengkapi dengan palang pintu otomatis, perkerasan parkir dan Rumah kendaraan.

Organisasi Ekowisata Sungai  Mudal tumbuh dan berkembang penuh dengan banyak cobaan,  tantangan dan godaan.  Dari pengalaman pahit akan berdampak pada semangat dan kekompakan  organisasi akan  menjadi lebih solid, sedangkan pengalaman manis tidak akan membuat organisasi ESM  menjadi terlena, sedangkan tantangan kedepan adalah mewujudkan ESM lebih maju dan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan/ kesadaran masyarakat lebih mengena. Semoga dengan sinergitas stakeholder (Pengelola – Masyarakat – Pemerintah Kalurahan Jatimulyo – Pemerintah Kapanewon Girimulyo – Dinas Pariwisata – DPRD Kab. Kulon Progo – BUMN Pembina) akan terwujud tempat wisata yang lebih tertata, teratur dan terprogram.

TALK SHOW KOMISI IV DPRD KABUPATEN KULON PROGO DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL

ts5
Empty attachment or post type not equal ‘attachment’

Komisi IV DPRD Kabupaten Kulon Progo pada Hari Minggu, 15 November 2020 melaksanakan Talk Show / Live Streaming  bersama Megaswara FM Radio. Live on 15.00 – 16.00 WIB di Ekowisata Sungai Mudal  dengan Tema  PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS EDUKASI KONSERVASI ALAM”.

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kab. Kulon Progo, Panewu Girimulyo, Polsek dan Danramil Girimulyo, Tokoh Agama, Mantan Kepala Desa Jatimulyo, Tokoh Masyarakat setempat, Praktisi Budaya, Praktisi Wisata dari Kalurahan Jatimulyo dan  Pihak pengelola Ekowisata Sungai Mudal. 

Harapan Ketua Komisi IV, Istana, S.H., M.I.P. bahwa tempat wisata berbasis edukasi dapat dikembangkan di Kulon Progo, yaitu Wisata yang membawa muatan dan misi, sehingga wisatawan pulang dengan membawa ilmu. Di Kalurahan Jatimulyo ada hamparan perbukitan Karst sepanjang lebih kurang 10 KM dari Sokomoyo s/d Gunungkelir  merupakan potensi yang sangat besar,  batu kars bisa menyimpan air sehingga di musim kemarau sumber air di Kalurahan Jatimulyo yang berdekatan dengan perbukitan kast akan tetap lestari. Selain sebagai penyimpan sumber air,  bukit karst juga indah yang murupakan salah satu potensi wisata. Mari kita lestarikan batu kars dari Sokomoyo – Gunungkelir. Seperti kita ketahui bahwa Kapanewon Girimulyo merupakan kawasan dilarang menambang batu karst.

Pesan dari Kadinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito, S,Sn., M.A.  antara lain  dengan dikelolanya banyak tempat wisata di wilayah Kabupaten Kulon Progo, terutama di kawasan menoreh dengan prasyarat adalah konsevasi alam tetap menjadi prioritas, selain tempat wisata akan  menjadi indah dan alami, sumber air dan lingkungan akan tetap lestari.

Panewu Girimulyo Purwono, S.Sos. menyampaikan bahwa Kalurahan Jatimulyo banyak potensi tempat wisata yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi pengelola dan masyarakat tidak boleh terlena, selain pelestarian alam tetap menjadi prioritas, yang harus benar-benar diperhatikan adalah   limbah  tempat wisata berupa sampah, dan lain-lain perlu penanganan yang optimal, untuk saat ini tempat wisata baru berkembang sekitar 5-6 tahun belumlah terasa dampak dari sampah.

Seperti disampaikan wakil dari Ekowisata Sungai Mudal (Rudi Hastaryo): bahwa Organisasi  Ekowisata Sungai Mudal sudah berupaya melaksanakan apa yang menjadi tema Talk Show hari ini, bahwa Organisasi ESM seperti tercantum di AD/ART mempunyai tujuan yaitu menghimpun potensi yang ada bersama-sama mengupayakan kesejahteraan anggota/masyarakat  dalam mendukung program pembangunan pariwisata berbasis pelestarian lingkungan, berperan serta dalam penerapan Sapta Pesona dan untuk mengembangkan kesadaran dan partisipasai masyarakat terhadap perkembangan pariwisata.

Antara lain sebagai berikut:

1.

Meningkatkan posisi dan peran masyarakat sebagai subjek atau pelaku penting dalam pembangunan kepariwisataan, serta dapat bersinergi dan bermitra dengan pemangku kepentingan terkait dalam meningkatkan kualitas perkembangan kepariwisataan di Kabupaten Kulon Progo.

2.

Membangun dan menumbuhkembangkan konservasi alam di lingkungan Ekowisata  Sungai Mudal dengan spesifikasi khusus yaitu penyelematan mata air, konservasi lingkungan  menggunakan tanaman konservasi,  pakis / paku-pakuan , anggrek, pelestarian Biota Air  dan tanaman lain  yang akan menjadi ikon wisata.

3.

Membangun dan menumbuhkan sikap dan dukungan positif masyarakat sebagai tuan rumah melalui perwujudan nilai-nilai Sapta Pesona bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di daerah dan manfaatnya bagi pembangunan desa maupun kesejahteraan masyarakat.

4.

Memperkenalkan, melestarikan dan memanfaatkan potensi daya tarik wisata yang ada di Ekowisata  Sungai Mudal.

5.

Menjalin informasi dan komunikasi antar tempat wisata lainnya.

Untuk mencapai tujuan Organisasi ESM  akan dicapai dengan Visi Ekowisata  Sungai Mudal  sbb :

“Terwujudnya Ekowisata Sungai Mudal dengan Lingkungan Yang Hijau, Udara Bersih, Air Sehat dan Indah Sebagai Pendukung Kehidupan Di Pedukuhan Banyunganti dan Gunungkelir, Desa Jatimulyo Melalui Peran Serta Masyarakat, Pemerhati Lingkungan dan Pemerintah’’

Lingkungan Yang Hijau.

Yaitu suatu kondisi dimana suatu lingkungan yang memberikan kenyamanan, kesejukan dan kedamaian. Lingkungan Hijau merupakan salah satu Jantung kehidupan masyarakat oleh sebab itu Lingkungan hijau perlu ditata dan dilestarikan apa bila ingin hidup sehat.

Udara Bersih.

Dengan lingkungan yang hijau, lingkungan yang bersih dan pencemaran lingkungan terjaga, maka akan didapat udara yang bersih. Oleh sebab itu udara harus di jaga  secara dini  jangan sampai terjadi pencemaran yang dapat mengakibatkan penyakit saluran pernapasan. Oleh sebab itu biarkanlah udara tetap bersih dan kalau ingin hidup sehat.

Air Sehat.

Air merupakan sumber dari semua sumber kehidupan, baik itu manusia, hewan dan tanaman, hampir setiap waktu tidak lepas dari air, untuk kebutuhan hidup sehari-sehari. Tanpa air manusia, ternak dan tanaman tidak akan hidup. Oleh sebab itu sumber-sumber air  yang ada perlu dijaga dari pencemaran dan tetap dijaga kelestariannya agar air tetap bersih dan sehat untuk dikonsumsi.

Indah.

Indah merupakan salah satu kata baku yang sering diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan, Sesuatu akan kelihatan indah apa bila diatur dan ditata sedemikian rupa sehingga kelihatan rapi dan indah, oleh sebab itu, supaya lingkungan tetap kelihatan rapi dan indah maka jagalah kelestarian lingkungan agar tetap kelihatan indah dan alami.  

Dengan kesadaran bahwa visi merupakan keinginan ideal dan pencapaiannya bersifat jangka panjang, maka untuk merealisasikannya diperlukan misi. Adapun misi  Organisasi Ekowisata  Sungai Mudal  sebagai berikut :

a.    Meningkatkan peran serta masyarakat dalam mewujudkan Visi Ekowisata Sungai Mudal.

b.    Meningkatkan dan Mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, indah dan lestari.

c.     Meningkatkan Pengendalian terhadap Pencemaran dan Perusakan Lingkungan melalui  pembinaan

      dan koordinasi untuk pelestarian Lingkungan Hidup.

 

Semoga dengan diadakannya Talk Show ini semua tempat wisata di perbukitan menoreh selalu berkomitmen bahwa  perkembangan tempat wisata dikelola dengan mengedepankan  pelestarian lingkungan.

Mata Air Mudal

MATA AIR MUDAL

Adalah sebuah mata air dengan debit terbesar di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Terletak di Pedukuhan Banyunganti, RT. 23, RW.05, dengan ketinggian 685 dpl. Dari mata air tersebut  Pedukuhan Banyunganti, Gunungkelir dan Sokomoyo sebagian masyarakatnya memanfaatkan airnya untuk kebutuhan mandi, cuci dan masak. Sehingga mata air tersebut harus dijaga kelestariannya. Dengan adanya mata air inilah pengelola Ekowisata Sungai Mudal memulai kegiatannya. Berawal dari gerakan kebersihan bantaran sungai yang diadakan rutin oleh masyarakat Pedukuhan Banyunganti di setiap bulannya. Selain itu masyarakat Pedukuhan Banyunganti sadar bahwa di bawah aliran sungai mudal terdapat 2 (dua) detinasi wisata yaitu Obyek Wisata Alam Kembang Soka di Pedukuhan Gunungkelir dan Obyek Wisata Alam Kedung Pedut yang semuanya merupakan wisata tirta. Sehingga masyarakat banyunganti sadar akan kebersihan sungai dengan mengembangkan perilaku tidak membuang  sampah dan tidak Buang Air Besar di aliran Sungai Mudal. Setelah bantaran aliran sungai mudal bersih dan terlihat indah ada masukan dan saran dari tokoh masyarakat agar dari mata air mudal dan dilingkungannya untuk dikelola menjadi salah satu destnasi wisata yang menarik dengan mengutamakan aspek pelestarian lingkungan yaitu pelestarian mata air mudal, konservasi alam dan pelestarian flora dan fauna lokal. Harapannya kedepan dari sumber air ini dapat menghidupkan sendi-sendi  perekonomian di Desa Jatimulyo melalui turunan kegiatan dari sumber air yaitu : (1) Olahraga ( kolam renang alami ) mengingat di Desa Jatimulyo terdapat sekolahan yang mewajibkan pelajaran renang namun kolam renang satupun belum ada di Desa Jatimulyo; (2) Kelistrikan (Pembangkit listrik tenaga picohydro) untuk sarana pembelajaran /eduwisata; (3) Sarana Air Bersih ( pengelolaan air minum masyarakat dengan biaya yang murah ); (4) Perikanan (dengan melimpahnya sumber air dapat dikembangkan menjadi usaha perikanan darat di lingkungan ekowisata sungai mudal ); (5) Outbound ( dapat dikembangkan untuk kegiatan permainan outbound antara lain : Canyoning, rappelling, tracking, dll ); (6) Sekolah Alam /Sungai ( Tempat pembelajaran cinta lingkungan )
MAMIMG_1794IMG_1784IMG_1803IMG_1804IMG_1792

PROGRAM CSR PLT PICOHIDRO PT PLN (Persero)

PEMBANGUNAN PLT PICOHIDRO DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL

Listrik sudah menjadi salah satu kebutuhan primer umat manusia. Listrik sangat berperan penting dalam kehidupan, hampir semua aktivitas sehari-hari menggunakan listrik sebagai contoh: menonton televisi, bermain komputer, menyalakan lampu untuk menerangi ruangan, dan belajar. Listrik sangat menunjang peningkatan taraf hidup manusia. Jadi, bila bangsa ini mampu menyediakan listrik bagi rakyatnya, maka taraf hidup masyarakat dapat lebih baik lagi.
Menurut data Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal tahun 2009, di Indonesia masih ada sekitar 7.500 desa yang belum dimasuki atau dialiri aliran listrik. Masih sekitar 30.000 desa di Indonesia yang belum teraliri listrik. Banyak desa yang belum teraliri listrik tersebut berlokasi di daerah sekitar sungai, padahal sungai merupakan salah satu potensi untuk menghasilkan energi listrik. Kita dapat mengubah energi aliran arus sungai itu menjadi energi listrik dengan cara menggerakan generator melalui arus air sungai tersebut dan kemudian dari generator tersebut akan dihasilkan yang dinamakan arus listrik. Arus listrik yang dihasilkan ini dapat kita salurkan ke rumah-rumah penduduk yang ada di sekitar pembangkit tersebut. Karakteristik sungai di Indonesia ini adalah sungai yang landai dan arus sungai nya juga tidak begitu deras, maka sangat memungkinkan untuk membuat pembangkit listrik tenaga air skala pikohidro.
Mengapa pembangkit listrik ini dinamakan berskala pikohidro? Karena pembangkit listrik ini hanya dapat menghasilkan sekitar 500 – 2.000 watt per unit pembangkit. Walaupun besar energi listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik ini memang tidak begitu besar. namun dengan adanya listrik maka akan sangat membantu masyarakat kita dalam aktivitasnya terutama di malam hari seperti belajar bagi anak-anak pelajar, dan di siang hari dapat digunakan menggerakan peralatan produktif seperti mesin parut kelapa atau industri kecil rakyat.
Di Ekowisata Sungai Mudal pada Tahun 2017 ini mendapatkan bantuan dari Program CSR PT. PLN PUSHARLIS Bandung, yaitu Pembangkit Tenaga Listrik Picohidro, dengan daya 8,5 KW sampai dengan 10 KW pada musim hujan dan minimal 900 kwh pada musim kemarau.
Tujuan dibangunnya PLT Picohidro di ESM adalah untuk Wisata Edukasi tentang Ketenagalistrikan, sehingga sekolahan ataupun masyarakat dapat melakukan stdy banding tentang ketenagalistrikan khususnya PLT Picohidro. Program Tahun 2018 rencana ESM akan berswadaya membangun rumah untuk bisa memutar film ketenagalistrikan sehingga masyarakat dan para pelajar bisa cepat berproses untuk memahami tentang ketenagalistrikan.
PLT Picohidro Ekowisata Sungai Mudal akan dipergunakan untuk : Penerangan jalan lingkungan, Penerangan area wisata dan Penerangan di Rumah Pembelajaran Ketenagalistrikan.

PEMBANGUNAN GAPURA PINTU MASUK

Gapura adalah suatu stuktur yang merupakan pintu masuk atau gerbang ke suatu kawasan. Gapura juga sering diartikan sebagai pintu gerbang. Dalam bidang arsitektur gapura sering disebut dengan entrance, namun entrance itu sendiri tidak bisa diartikan sebagai gapura. Simbol yang dimaksud disini bisa juga diartikan sebuah ikon di suatu wilayah atau area. Secara hirarki sebuah gapura bisa disebut sebagai ikon karena gapura itu sendiri lebih sering menjadi komponen pertama yang dilihat ketika kita memasuki suatu wilayah.

Gapura sebagai penanda dapat dilihat dari tulisan pada gapura (gerbang), misalnya SELAMAT DATANG  yang memiliki makna bahwa hal tersebut merupakan penyambutan bagi kita yang melintasi atau memasuki kawasan tersebut.

 Mengingat sangat pentingnya keberadaan Gapura Selamat Datang dimaksud pada Tahun 2017 ini telah terbangun gapura Selamat Datang melalui Swadaya Masyarakat dengan bentuk sederhana model Mojopahitan, yang mana di gapura tersebut terdapat beberapa simbul antara lain : Relung daun dengan maksud agar Ekowisata Mudal dapat sebagai pelopor Pelestarian Lingkungan di sekitarnya, dan simbul Gelung bermakna bahwa Ekowisata Sungai Mudal senantiasa selalu dapat bersolek dan berbenah diri mengikuti perkembangan pariwisata pada saat ini.

SERAH TERIMA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PICOHIDRO

SATU LAGI WAHANA EDU-EKOWISATA KETENAGALISTRIKAN DI ESM

Hari ini Senin, 18 Desember 2017 telah dilaksanakan acara Serah Terima Pembangkit Listrik Tenaga Picohidro, oleh pembemberi Program CSR yaitu PLN Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (Pusharlis) Bandung kepada Pengelola Ekowisata Sungai Mudal.
Pembangkit Listrik Tenaga Picohidro di ESM dengan kapasitas Daya 8,5 KW pada musim penghujan, dan diperkirakan dengan daya 1 KW pada musim kemarau, Sedangkan alokasi penggunaan direncanakan untuk :

(1) Penerangan Jalan Lingkungan;

(2) Penerangan / kebutuhan listrik di area wisata;

(3) Penerangan dan kebutuhan listrik di Rumah Pintar (direncanakan).

Pengelola ESM berencana secara swadaya akan membangun rumah pintar untuk pembelajaran ketenagalistrikan khususnya PLT Picohidro. Dimungkinkan nanti akan banyak sekolahan di sekitar akan melaksanakan study ketenagalistrikan di PLT Picohidro ESM. Berdasar dengan pemikiran tersebut nantinya di rumah pintar anak bisa melihat film Ketenagalistrikan dan dapat disampaikan dari proses pembangunan sampai dengan PLT Picohidro bisa beroperasi.

Segenap pengelola ESM dan masyarakat Pedukuhan Banyunganti mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dan telah dibangunnya PLT Picohidro melalui Program CSR PT. PLN (Persero) Pusharlis Bandung. Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada PLN Distribusi Jateng-DIY dan PLN Area Yogyakarta yang selama ini telah membantu dan membina Ekowisata Sungai Mudal untuk mewujudkan tempat wisata yang peduli pelestarian lingkungan dan upaya untuk pemberdayaan masyarakat sekitar tempat wisata ESM.

Semoga dengan moment serah terima ini menjadi pemicu dan pemacu pengelola ESM dan masyarakat sekitar untuk senantiasa bekerja…bekerja….dan bekekerja untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Pedukuhan Banyunganti dan sekitarnya.

pico6