MENJADI DESTINASI RAMAH KENDARAAN LISTRIK/ ELECTRIC VEHICLE (EV), EKOWISATA SUNGAI MUDAL MENJADI YANG PERTAMA

  • SPLU ESM

Ekowisata Sungai Mudal salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Kulon Progo yang menawarkan pengalaman unik menyelami keindahan alam dan ekosistem sungai yang masih alami. Ekowisata yang berdiri sejak Tahun 2015 ini, terletak di Pedukuhan  Banyunganti, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Daya tarik utama dari Ekowisata Sungai Mudal adalah keindahan alamnya yang masih asri. Pengunjung dapat menikmati pemandangan alam pepohonan di atas Perbukitan Menoreh, yang dilengkapi dengan sungai yang mengalir jernih, serta keanekaragaman hayati yang khas di sekitar sungai. Kawasan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti jembatan gantung, jalur trekking, area bermain anak-anak, dan tempat istirahat.

 

Selain menikmati keindahan alam, pengunjung Ekowisata Sungai Mudal juga dapat melakukan berbagai aktivitas rekreasi dan petualangan, seperti trekking, berenang, outbond juga terapi ikan. Sungai Mudal juga merupakan tempat yang cocok untuk melakukan aktivitas edukasi lingkungan, seperti belajar tentang ekosistem sungai, konservasi alam, dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dan selama ini Ekowisata Sungai Mudal sudah mempunyai program pembelajaran sekolah sungai, yang program wisata edukasi ini bisa diikuti oleh anak-anak sekolah, komunitas, dan masyarakat sekitar.

 

Ekowisata Sungai Mudal telah berpegang teguh pada tiga prinsip ekowisata yaitu: Prinsip Konservasi,  Prinsip Partisipasi Masyarakat, dan  Prinsip Ekonomi. Hal dimaksud ditempuh dengan tata kelola  sebagai berikut :

 

(1)  Ekowisata Sungai Mudal juga menjalankan berbagai program konservasi, seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, dan pemulihan ekosistem sungai. Tujuan utama dari ekowisata Sungai Mudal adalah untuk memberikan pengalaman wisata yang bermakna bagi pengunjung sambil tetap menjaga kelestarian alam dan memberdayakan masyarakat lokal. Terletak di sebelah selatan Ekowisata Sungai Mudal juga telah berjalan kegiatan konservasi berupa pelestarian tanaman langka berupa tanaman endemic lokal dan tanaman dari luar wilayah, tempat tersebut bernama Arboretum Gubuk Selang. Selain berfungsi untuk pelestarian tanaman langka juga sebagai pelestarian satwa lokal (burung, musang, dll), obyek penelitian mahasiswa, outbound, tempat kemping dan makrab / inap, yang telah tersedia 2 rumah limasan, 1 rumah joglo dan area lapang.

 

(2)  Pengelola ekowisata Sungai Mudal juga aktif dalam melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pembangunan ekowisata ini. Masyarakat lokal diberdayakan sebagai karyawan / pemandu wisata, yang bekerja di berbagai fasilitas yang dibagi menjadi beberapa kelompok kerja. Sampai sekarang pekerja/ karyawan Ekowisata Sungai Mudal yang aktif sejumlah 53 orang. Dengan keterlibatan masyarakat sekitar menjadi tenaga kerja di Ekowisata Sungai Mudal akan berdampak pada berkurangnya  jumlah pengangguran di wilayah. Hal ini membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan menciptakan hubungan yang harmonis antara pariwisata dan lingkungan.

 

(3)  Seiring dengan berkembangnya Ekowisata Sungai mudal masyarakat sekitar terinisiasi untuk membuka usaha antara lain: Warung makan, warung kelontong, warung jajanan lokal (dawet sambel, geblek, gembel, kopi, gula kelapa, gula aren, gula semut, dll). Sehingga dengan banyak UMKM yang tumbuh akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di area Ekowisata Sungai Mudal juga terdapat outlet UMKM yang bisa menampung hasil karya UMKM masyarakat untuk dijual kepada wisatawan yang berkunjung di Ekowisata Sungai Mudal.

 

Keberhasilan pengembangan ekowisata Sungai Mudal tak lepas dari campur tangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan PLN UP3 Yogyakarta. Sebagai kawasan binaan Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN UP3 Yogyakarta, Ekowisata Sungai Mudal terus menerus mendapatkan bantuan dan pendampingan sejak Tahun 2016 hingga Tahun 2023. Pada 2023, PLN menyatakan bahwa kawasan Sungai Mudal telah berdaya dan mampu menjalankan roda bisnis pariwisata secara mandiri.

 

Perkembangan ekowisata Sungai Mudal terlihat pada peningkatan jumlah pengunjung dari tahun ke tahun. Tercatat pada Tahun 2021 pengunjung ekowisata Sungai Mudal sebanyak 44.563 orang, kemudian meningkat secara signifikan setelah pandemi Covid-19 dinyatakan selesai, pada Tahun 2022 dikunjungi sebanyak 108.630 orang, dan yang terbaru pada Tahun 2023 pengunjung ekowisata Sungai Mudal mencapai 134.656 orang.

 

Selama kurun 2015 hingga 2023, pendapatan ekowisata Sungai Mudal yang bersumber dari tiket masuk, penyewaan alat, parkir dan pemasukan lain-lain tercatat mencapai 5, 8 miliar. Pendapatan itu dipergunakan kembali untuk kepentingan operasional ekowisata Sungai Mudal, seperti perawatan, pembangunan, penggajian pekerja, juga konservasi alam.

 

Bantuan dari PLN dalam pengembangan ekowisata Sungai Mudal memang telah selesai, namun dukungan tidak berhenti di situ, pada Hari Sabtu 24 Februari 2024 PLN meresmikan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di kawasan Sungai Mudal. Program ini sebagai langkah PLN untuk menjadikan ekowisata Sungai Mudal sebagai wisata Ramah Kendaraan Listrik / Electric Vehicle (EV). Peresmian itu bersamaan dengan pelaksanaan mini touring motor listrik yang diikuti oleh komunitas sepeda motor listrik di Wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

 

SPLU merupakan salah satu teknologi pengisian listrik yang telah disediakan PLN secara meluas di seluruh Indonesia. Alat ini dapat digunakan untuk melakukan pengisian baterai kendaraan listrik, pemenuhan kebutuhan listrik pedagang kaki lima, maupun kegiatan lain masyarakat yang membutuhkan energi listrik di tempat umum. Dengan tersedianya SPLU, kini ekowisata Sungai Mudal menjadi destinasi Wisata pertama di Yogyakarta yang Ramah EV.

 

Rudy Hastaryo, Ketua Pengelola Ekowisata Sungai Mudal menyampaikan bahwa ini adalah sebuah inovasi dalam dunia pariwisata terutama di Yogyakarta. “Kami menyambut baik inisiasi PLN terhadap pengembangan pariwisata di Yogyakarta, terutama seperti Mudal yang terbilang cukup jauh dari perkotaan, namun tetap bisa menyediakan fasilitas bagi pengendara motor listrik”, ungkap Rudy.

 

Ia berharap, dengan terpasangnya SPLU, pengunjung ekowisata Sungai Mudal yang ingin bepergian dengan kendaraan listrik tidak lagi takut kehabisan baterai. “Ini menambah nilai jual dari ekowisata Sungai Mudal, dan semakin menarik dikunjungi dengan menggunakan kendaraan apapun”, tutupnya.