Blog

PEMBANGUNAN JALAN RAMAH DIFABEL DAN LANSIA

Dalam mewujudkan Ekowisata Sungai Mudal adalah destinasi wisata yang dapat melayani / dinikmati oleh semua kalangan dari anak-anak sampai dengan dewasa, lebih-lebih kaum difabel dan lansia karena lokasi Ekowisata Sungai Mudal adalah di perbukitan menoreh maka diperlukan ide/inovasi dari pengelola  untuk mewujudkannya. Harapannya kaum difabel dan lansia dapat masuk di sebagian area Ekowisata Sungai Mudal maka telah disepakati oleh pengurus / anggota bahwa jalan ramah difabel dan lansia dibangun di selatan parkir atas (gate 1). Sebagai tindak lanjutnya program Organisasi Ekowisata Sungai Mudal  pada tahun ini adalah Pembangunan Jalan ramah difabel dan lansia. Setelahjalan ramah difabel dan lansia jadi akan dilengkapi dengan pembangunan pagar di posisi kiri jalan dan  pengadaan kursi roda.

Pengukuran calon lokasi jalan ramah difabel, dilaksanakan pada hari Minggu, 05 Mei 2024 dengan disaksikan oleh pemilik lahan dan telah disepakati bahwa lebar jalan minimal 1 meter, dan tepi jalan akan dibuat pagar besi biar kaum difabel dan lansia aman masuk ke lokasi wisata. Jumlah pemilik lahan yang terkena ada 3 orang, yaitu: Wagiran (terluas), Ngatimin (sisi depan) dan Ngadiyo (sisi belakang).

JRD7
JRD9
JRD8

Pelaksanaan pembangunan dimulai dengan perataan lokasi, selanjutnya pembuatan talud, perkerasan jalan, pemasangan pagar dari pipa galvanis dan pembuatan jembatan di  dekat musholla.

MENJADI DESTINASI RAMAH KENDARAAN LISTRIK/ ELECTRIC VEHICLE (EV), EKOWISATA SUNGAI MUDAL MENJADI YANG PERTAMA

  • SPLU ESM

Ekowisata Sungai Mudal salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Kulon Progo yang menawarkan pengalaman unik menyelami keindahan alam dan ekosistem sungai yang masih alami. Ekowisata yang berdiri sejak Tahun 2015 ini, terletak di Pedukuhan  Banyunganti, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Daya tarik utama dari Ekowisata Sungai Mudal adalah keindahan alamnya yang masih asri. Pengunjung dapat menikmati pemandangan alam pepohonan di atas Perbukitan Menoreh, yang dilengkapi dengan sungai yang mengalir jernih, serta keanekaragaman hayati yang khas di sekitar sungai. Kawasan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti jembatan gantung, jalur trekking, area bermain anak-anak, dan tempat istirahat.

 

Selain menikmati keindahan alam, pengunjung Ekowisata Sungai Mudal juga dapat melakukan berbagai aktivitas rekreasi dan petualangan, seperti trekking, berenang, outbond juga terapi ikan. Sungai Mudal juga merupakan tempat yang cocok untuk melakukan aktivitas edukasi lingkungan, seperti belajar tentang ekosistem sungai, konservasi alam, dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dan selama ini Ekowisata Sungai Mudal sudah mempunyai program pembelajaran sekolah sungai, yang program wisata edukasi ini bisa diikuti oleh anak-anak sekolah, komunitas, dan masyarakat sekitar.

 

Ekowisata Sungai Mudal telah berpegang teguh pada tiga prinsip ekowisata yaitu: Prinsip Konservasi,  Prinsip Partisipasi Masyarakat, dan  Prinsip Ekonomi. Hal dimaksud ditempuh dengan tata kelola  sebagai berikut :

 

(1)  Ekowisata Sungai Mudal juga menjalankan berbagai program konservasi, seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, dan pemulihan ekosistem sungai. Tujuan utama dari ekowisata Sungai Mudal adalah untuk memberikan pengalaman wisata yang bermakna bagi pengunjung sambil tetap menjaga kelestarian alam dan memberdayakan masyarakat lokal. Terletak di sebelah selatan Ekowisata Sungai Mudal juga telah berjalan kegiatan konservasi berupa pelestarian tanaman langka berupa tanaman endemic lokal dan tanaman dari luar wilayah, tempat tersebut bernama Arboretum Gubuk Selang. Selain berfungsi untuk pelestarian tanaman langka juga sebagai pelestarian satwa lokal (burung, musang, dll), obyek penelitian mahasiswa, outbound, tempat kemping dan makrab / inap, yang telah tersedia 2 rumah limasan, 1 rumah joglo dan area lapang.

 

(2)  Pengelola ekowisata Sungai Mudal juga aktif dalam melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pembangunan ekowisata ini. Masyarakat lokal diberdayakan sebagai karyawan / pemandu wisata, yang bekerja di berbagai fasilitas yang dibagi menjadi beberapa kelompok kerja. Sampai sekarang pekerja/ karyawan Ekowisata Sungai Mudal yang aktif sejumlah 53 orang. Dengan keterlibatan masyarakat sekitar menjadi tenaga kerja di Ekowisata Sungai Mudal akan berdampak pada berkurangnya  jumlah pengangguran di wilayah. Hal ini membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan menciptakan hubungan yang harmonis antara pariwisata dan lingkungan.

 

(3)  Seiring dengan berkembangnya Ekowisata Sungai mudal masyarakat sekitar terinisiasi untuk membuka usaha antara lain: Warung makan, warung kelontong, warung jajanan lokal (dawet sambel, geblek, gembel, kopi, gula kelapa, gula aren, gula semut, dll). Sehingga dengan banyak UMKM yang tumbuh akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di area Ekowisata Sungai Mudal juga terdapat outlet UMKM yang bisa menampung hasil karya UMKM masyarakat untuk dijual kepada wisatawan yang berkunjung di Ekowisata Sungai Mudal.

 

Keberhasilan pengembangan ekowisata Sungai Mudal tak lepas dari campur tangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan PLN UP3 Yogyakarta. Sebagai kawasan binaan Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN UP3 Yogyakarta, Ekowisata Sungai Mudal terus menerus mendapatkan bantuan dan pendampingan sejak Tahun 2016 hingga Tahun 2023. Pada 2023, PLN menyatakan bahwa kawasan Sungai Mudal telah berdaya dan mampu menjalankan roda bisnis pariwisata secara mandiri.

 

Perkembangan ekowisata Sungai Mudal terlihat pada peningkatan jumlah pengunjung dari tahun ke tahun. Tercatat pada Tahun 2021 pengunjung ekowisata Sungai Mudal sebanyak 44.563 orang, kemudian meningkat secara signifikan setelah pandemi Covid-19 dinyatakan selesai, pada Tahun 2022 dikunjungi sebanyak 108.630 orang, dan yang terbaru pada Tahun 2023 pengunjung ekowisata Sungai Mudal mencapai 134.656 orang.

 

Selama kurun 2015 hingga 2023, pendapatan ekowisata Sungai Mudal yang bersumber dari tiket masuk, penyewaan alat, parkir dan pemasukan lain-lain tercatat mencapai 5, 8 miliar. Pendapatan itu dipergunakan kembali untuk kepentingan operasional ekowisata Sungai Mudal, seperti perawatan, pembangunan, penggajian pekerja, juga konservasi alam.

 

Bantuan dari PLN dalam pengembangan ekowisata Sungai Mudal memang telah selesai, namun dukungan tidak berhenti di situ, pada Hari Sabtu 24 Februari 2024 PLN meresmikan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di kawasan Sungai Mudal. Program ini sebagai langkah PLN untuk menjadikan ekowisata Sungai Mudal sebagai wisata Ramah Kendaraan Listrik / Electric Vehicle (EV). Peresmian itu bersamaan dengan pelaksanaan mini touring motor listrik yang diikuti oleh komunitas sepeda motor listrik di Wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

 

SPLU merupakan salah satu teknologi pengisian listrik yang telah disediakan PLN secara meluas di seluruh Indonesia. Alat ini dapat digunakan untuk melakukan pengisian baterai kendaraan listrik, pemenuhan kebutuhan listrik pedagang kaki lima, maupun kegiatan lain masyarakat yang membutuhkan energi listrik di tempat umum. Dengan tersedianya SPLU, kini ekowisata Sungai Mudal menjadi destinasi Wisata pertama di Yogyakarta yang Ramah EV.

 

Rudy Hastaryo, Ketua Pengelola Ekowisata Sungai Mudal menyampaikan bahwa ini adalah sebuah inovasi dalam dunia pariwisata terutama di Yogyakarta. “Kami menyambut baik inisiasi PLN terhadap pengembangan pariwisata di Yogyakarta, terutama seperti Mudal yang terbilang cukup jauh dari perkotaan, namun tetap bisa menyediakan fasilitas bagi pengendara motor listrik”, ungkap Rudy.

 

Ia berharap, dengan terpasangnya SPLU, pengunjung ekowisata Sungai Mudal yang ingin bepergian dengan kendaraan listrik tidak lagi takut kehabisan baterai. “Ini menambah nilai jual dari ekowisata Sungai Mudal, dan semakin menarik dikunjungi dengan menggunakan kendaraan apapun”, tutupnya.

KUNJUNGAN KERJA DEWAN KOMISARIS PT. PLN (Persero) DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL

Kunjungan Kerja Dewan Komisaris PT. PLN (Persero) dilaksanakan pada Hari Selasa, 13 September 2022. Jajaran Dewan Komisaris PT PLN (Persero) yang hadir kali ini : Bpk. Eko Sulistyo, Bpk. Tedi Bharata, beserta rombongan Tim Komite yaitu Bpk. Roikhan, Bpk. Mirza, Bpk. Andi Serta  VP TJSL PLN Pusat. Diikuti General Manager PT PLN UID Jateng dan DIY Bpk Muhammad Irwinsyah Putra beserta jajaran Senior Manager dan Manager PLN UP3 Yogyakarta / Magelang. Beserta tamu undangan dari Kapanewon Girimulyo dan Kalurahan Jatimulyo. Tujuan dari kunjungan Dewan Komisaris PT PLN (Persero) adalah untuk mengetahui perkembangan binaan PT PLN (Persero) melalui Program Bina Lingkungan / CSR. Bahwa Organisasi Ekowisata Sungai Mudal menjadi binaan PT PLN (Persero) mulai tahun 2016 sampai sekarang. Berbagai bantuan yang telah diberikan melalui program Bina Lingkungan.

Dewan Komisaris PT PLN (Persero) didalam sambutannya menyampaikan beberapa pesan antara lain: Bahwa Ekowisata Sungai Mudal  termasuk dalam kategori Ekonomi Hijau. Semua program yang berkaitan dengan Ekonomi Hijau harus berpedoman pada Pelestarian lingkungan, Pemberdayaan masyarakat dan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan bantuan Program Bina Lingkungan dengan harapan dengan  pelayanan kelistrikan yang semakin baik akan menimbulkan kesadaran masyarakat antara lain : tidak mencuri strum listrik, tidak menanam pohon di dekat jaringan listrik, dan membayar tagihan listrik tepat waktu. Dan dari program Bina Lingkungan harapannya kemajuan dibidang pengelolaan destinasi pariwisata di ESM dapat menjadi Destinasi primadona/ andalan daerah walaupun destinasi wisata ini hanya  dikelola oleh kelompok masyarakat. Dewan komisaris dalam kesempatan itu juga menyerahkan bantuan kompor induksi sejumlah 10 buah kompor kepada UMKM binaan ESM untuk mempersiapkan program konversi kompor gas ke kompor induksi.

Di kesempatan itu ketua organisasi Ekowisata Sungai Mudal juga menyampaikan ucapan terima kasih atas program Bina Lingkungan dari PT PLN (Persero) dari Tahun 2016 – 2022. Sebelum kunjungan PT PLN telah membantu untuk pembangunan pagar kolam anak-anak, dalam waktu 2 hari pagar tersebut bisa terwujud. Dan Ketua ESM juga menyampaikan keadaan pra binaan PT PLN (Persero) dan pasca binaan PT PLN (Persero), dan bantuan apa saja yang telah diberikan di Ekowisata Sungai Mudal. Dari bantuan program Bina Lingkungan membuat semangat / memicu/ memacu  untuk  mewujudkan organisasi yang lebih maju dan tertata. Selain bantuan dari program Bina Lingkungan organisasi ESM melaksanakan kegiatan secara swadaya. Yang dimasa pandemi Covid-19 organisasi ESM bisa membangun sarana dan prasarana antara lain : Tempat Cuci tangan dengan sabun, jembatan penghubung semi permanen 3 unit, kolam terapi ikan, gazebo 7 unit, pemasangan paving blok jalan setapak 180 meter, pembangunan toilet dan pembangunan panggung serbaguna. Dan disampaikan pula bahwa masih banyak  program yang akan dilaksanakan: antara lain: Pembangunan jalan ramah difabel, Outlet UMKM, pengolahan air minum dengan system Filtrasi Ozon dan ultraviolet, pembangunan kolam ikan 3 unit,  dan masih banyak program yang lain.

KUNJUNGAN KERJA DEPUTI SDM & TI KEMENTERIAN BUMN DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL, JUMAT, 13 MEI 2022

Kunjungan kerja Deputi Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi Kementerian BUMN Bapak Tedi Bharata, beserta Tim kedeputian yaitu:

  1. Bpk. Erick Taufan (TJSL)
  2. Bpk. Faishal Sandy (SDM)
  3. Bpk. Deni Setiawan (IT)
  4. Ibu Septiana (TJSL)

Diikuti dari Tim dari PT. PLN (Persero) yaitu:

  1.  Bpk. Irwanshah Putra, GM DIY
  2. Ibu Endah Yuliati, SRM Keuangan
  3. Bpk. M. Fatkhul  Hakim, SRM Ren
  4. Bpk. Ahmad  Muustaqir, Manager UP3 Yogyakarta &
  5. Anggota Tim Kunjungan Kerja.

Dihadiri oleh tamu undangan :

  1. Panewu Girimulyo
  2. Lurah Jatimulyo yang diwakili oleh Carik Jatimulyo
  3. Pelaku usaha / UMKM di area Ekowisata Sungai Mudal dan
  4. Pengurus dan anggota organisasi Ekowisata Sungai Mudal

Setelah acara dibuka oleh pembawa acara disampaikan ucapan selamat datang dan laporan oleh ketua organisasi Ekowisata Sungai Mudal (Rudi Hastaryo). Ketua organisasi melaporkan bahwa PT PLN (Persero) dengan program bina lingkungan / PLN Peduli telah membina Ekowisata Sungai Mudal sejak Tahun 2016, Peran BUMN dalam hal ini  PT PLN (Persero) antara lain: 

  1. Memberikan bantuan berupa pendanaan Program Ekowisata Sungai Mudal
  2. Melakukan Pembinaan dan Pendampingan Masyarakat
  3. Melakukan monitoring dan evaluasi program.

Pemberian bantuan berupa pendanaan program Ekowisata Sungai Mudal berupa kegiatan antara lain

(1)  Tahun 2016

Tahap 1 terdiri dari:

  1. Pembangunan Musholla
  2. Renovasi/ Rehab Sarana Air Bersih untuk masyarakat berupa Pompa Sumersible, pemasangan meter listrik dan sarana kelengkapan
  3. Pengadaan bibit Pala untuk masyarakat sebanyak 1000 batang
  4. Pembangunan jalan corblok volume 100 meter sepanjang bantaran sungai.

Tahap 2 terdiri dari:

  1. Pengadaan Tenda Kemping 21 Tenda
  2. Pengadaan rumah/ rangka tenda untuk parkir atas dan bawah  2 unit
  3. Pengadaan Soundsystem untuk kegiatan rapat dal lain-lain

(2)  Tahun 2017

Tahap 1  Pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana  terdiri dari:

  1. Pembangunan Tugu Selamat Datang
  2. Pengadaan Bibit  Anggrek
  3. Pengadaan alat Rappelling
  4. Pembangunan Jembatan Penghubung

Tahap 2 Pembangkit Listrik tenaga Picohidro kapasitas daya 8,5 KW

 

(3)  Tahun 2019

Branding Ekowisata Sungai Mudal antara lain:

  1. Small Board sebanyak 10 unit
  2. Sign  Board sebanyak 2 unit
  3. Vertical Banner sebanyak 10 unit
  4. Papan nama Gapura pintu masuk atas 1 unit
  5. Papan nama Gapura pintu masuk bawah 1 unit

(4)  Tahun 2020 terdiri dari:

  1. Pengadaan Pendopo Sekolah Sungai dan peralatan berupa:  Laptop, Proyektor, Soudsystem, Meja  dan Kursi.
  2. Pembangunan Kolam untuk anak-anak 2 unit

(5) Tahun 2021 Pembangunan Musholla bantuan Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN

 

Tahun 2021  Ekowisata Sungai Mudal  juga  mendapatkan bantuan Cakruk Wisata Istimewa dari Dana Keistimewaan DIY.

 

Dari Program Bina Lingkungan PT PLN (Persero) membuat organisasi Ekowisata Sungai Mudal menjadi lebih semangat untuk maju sehingga dengan pendapatan yang diperoleh dari tiket masuk dan wahana bisa duwujudkan menjadi Swadaya Organisasi antara lain :

Pembangunan Wahana:

  • Pembangunan Wahana Zip Bike (Sepeda Udara) dan Fllying Fox
  • Tree Top Anak
  • Flying Fox

Dari semua wahana yang ada di masa pandemic Covid19 ini kegiatannya terhenti dengan pertimbangan mengurangi dan mencegah penyebaran Covid-19
Wujud swadaya organisasi di masa pandemi Covid-19 adalah sebagai berikut:

  1.     Pengadaan pegangan pengunjung sepanjang bantaran sungai volume 130 meter 
  2.     Pembangunan Jembatan Semi Permanen 2 unit
  3.     Pembangunan Jembatan Permanen depan mata air 1 unit
  4.     Pembangunan Toilet standar turis mancanegara
  5.     Pembangunan Jalan setapak Paving Block volume 120 meter
  6.     Pembangunan Tempat Duduk
  7.     Pembangunan Kolam Hias
  8.     Pembangunan Kolam Terapi
  9.     Pembangunan Tempat Parkir atas.
  10.     Pembangunan Gazebo 6 unit
  11.     Pembangunan Panggung Serbaguna Volume 17 m x 7 Meter.
  12.     Dan lain – lain

Seiring dengan perkembangan  organisasi Ekowisata Sungai Mudal akan dilaksanakan beberapa program sesuai dengan tujuan organisasi antara lain :

  1. Pembangunan Outlet UMKM yang akan menampilkan beberapa potensi kerajinan / kuliner di sekitar Ekowisata Sungai Mudal antara lain: Gula Semut, Kopi Menoreh dan Kuliner/ jajanan lokal.
  2. Jalan Ramah Difabel dan Lansia
  3. Pengolahan Air Minum dengan teknologi Viltrasi Ozon dan Ultra Violet.
  4. Pembangunan Kolam Ikan 3 unit disisi selatan pendopo timur
  5. Pembuatan tempat duduk yang iconic di timur Kolam Ikan.
  6. Pembangunan Toilet
  7. Pembuatan Aquarium untuk wisata Edukasi / pelestarian Biota Air Lokal.
  8. Pembangunan Kolam Renang untuk anak Sekolahan, karena semua sekolahan pelajaran olahraga renang masih di tempat lain..

Rudi Hastaryo juga menyampaikan dalam melaksanakan semua kegiatan pengelola organisasi Ekowisata Sungai Mudal mempunyai Slogan : SAWIJI, GREGET, SENGGUH & ORA MINGKUH, adalah slogan warisan dari leluhur yang dikandung maksud sebagai berikut:

  1. SAWIJI = Harus Konsentrasi (focus) untuk mencapai tujuan organisasi
  2. GREGET = Bersemangat dalam Berkarya
  3. SENGGUH = Selalu percaya diri dan rendah hati dalam bertindak
  4. ORA MINGKUH = dalam setiap karya harus memiliki kewajiban untuk bertanggung jawab kepada organisasi.

Dengan slogan/ sesanti dimaksud semua pengelola dari pengurus sampai dengan anggota dapat bersatu padu dan saling menghargai, sehingga semua pekerjaan/ program dapat telaksana dengan lancar sesuai dengan target yang akan dicapai.

Atas nama organisasi Ketua Ekowisata Sungai Mudal mengucapkan terimakasih atas semua bantuan dari BUMN dalam hal ini PT PLN (Persero). Dengan harapan PT PLN (Persero) tetap peduli pada Organisasi Ekowisata Sungai Mudal dan Masyarakat di Kalurahan Jatimulyo.

Organisasi ESM juga memohon bantuannya untuk mewujudkan Ekowisata Sungai Mudal adalah organisasi wisata yang berbasis Teknologi Informasi. Dan mohon untuk keberlanjutan program-program yang lain.

Deputi SDM dan TI Kementerian BUMN Bapak Tedi Bharata  menyampaikan pesan/ masukan antara lain:

  1. Adanya peningkatan ekonomi warga sekitar, dengan berdirinya Ekowisata Sungai Mudal diharapkan banyak bermunculan UMKM, warung kuliner dan usaha lainnya yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
  2. Kemandirian Pengelolaan agar tidak terjadi tumpang tindih kepentingan dan kewenangan, dengan harapan setelah organisasi Ekowisata Sungai Mudal bisa mandiri akan menjadi percontohan dan menginisiasi tempat wisata yang lainnya.
  3. Aspek safety pada titik-titik rawan harus dibuatkan pagar pengaman, karena di area Ekowisata Sungai Mudal kondisinya banyak yang bertebing dan rawan terjadi kecelakaan pengunjung dan kecelakaan kerja.
  4. Organisasi Ekowisata Sungai Mudal harus kuat, dan bisa menyesuaikan perkembangan zaman, jangan sampai destinasi wisata yang sekarang mulai dikenal oleh wisatawan nusantara dan wisman, akhirnya hanya  tinggal nama.
  5. Hal-hal yang sifatnya mendesak dan penting misalnya Wisata berbasis Teknologi Informasi, Pagar Pengaman dan Jalan Ramah Difabel apabila dana untuk berswadaya kurang memadahi agar segera di buat proposal.

Demikian antara lain sambutan dari Bpk. Tedi Bharata, Deputi SDM dan TI Kementerian BUMN (Komisaris PLN). Semoga dengan kunjungan kerja dari Deputi SDM dan TI Kementerian BUMN ini akan menambah semangat organisasi Ekowisata Sungai Mudal untuk mewujudkan tempat wisata yang lebih tertata dan maju.

SUASANA LIBURAN IDUL FITRI H+7 DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL

Suasana liburan Idul Fitri, Minggu, 08 Mei 2022 di Ekowisata Sungai Mudal kunjungan wisatawan seperti hari-hari sebelumnya. Kunjungan rata-rata perhari 1000-an orang.  Dengan sistem buka tutup untuk pengkondisian pelaksanaan protokol kesehatan,  sehingga semua pengunjung dapat terlayani. Semua pemandian alami  untuk dewasa dan pemandian anak-anak terisi sehingga pengunjung bisa terlaksana mandi dengan suasana alam pegunungan. Ekowisata Sungai Mudal adalah sumber air pertama yang dilanjutkan untuk destinasi berikutnya yaitu Air Terjun Kembangsoka, Gunungkelir,  Air terjun Kedung Pedut, Kembang  dan Kedung Banteng, Pringtali. Semua warung jajanan bisa laris manis sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat yang berusaha kuliner di area Ekowisata Sungai Mudal. Suasana liburan ini juga bisa menjadi perhatian bagi pengelola  Ekowisata Sungai Mudal yaitu kebutuhan toilet dan loker yang sangat mendesak, karena terjadi antrian yang memakan waktu. Semoga untuk waktu-waktu mendatang organisasi ESM bisa melengkapi sarana dan prasarana wisata yang diperlukan, dan juga  penambahan wahana penyelamatan biota air (aquarium), pemeliharaan ikan (kolam gurame, lele, nila, dll), hamparan tempat duduk yang iconic untuk istirahat pengunjung, dan lain-lain.

WhatsApp Image 2022-05-08 at 15.15.53
lib15

PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN BAGI WISATAWAN DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL

Kunjungan wisatawan di musim liburan hari raya Idul Fitri Tahun 2022 meningkat pesat, salah satunya dikarenakan banyak pemudik dari luar  kota. Yang selama dua tahun oleh pemerintah dilarang mudik karena masa pandemi covid-19. Di liburan Idul Fitri tahun ini pemerintah memperbolehkan mudik dengan pertimbangan capaian vaksinasi  masyarakat rata-rata  sudah mencapai target, bahkan sudah vaksin booster (ke-3), sehingga hanya memerlukan penerapan protokol kesehatan dengan baik dan benar sesuai dengan SOP protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Di destinasi wisata Ekowisata Sungai Mudal penerapan protokol kesehatan menjadi prioritas organisasi untuk mencegah pencegahan penyebaran virus Covid-19, dan mencegah terjadinya Klaster Covid-19 di Ekowisata Sungai Mudal.

Penerapan Protokol Kesehatan di Ekowisata Sungai Mudal antara lain :

  1. Mencuci tangan dengan sabun yang telah disiapkan di dekan pintu masuk;
  2. Mengkur suhu tubuh dengan thermogun yang telah disiapkan oleh petugas;
  3. Memakai Masker;
  4. Scane Barkode Peduli Lindungi;
  5. Pendataan Pengunjung di loket pendataan;
  6. Jaga jarak/  hindari  kerumunan masa;
  7. Penerapan sistem “BUKA – TUTUP”  untuk mencegah  penumpukan pengunjung.

Demikian penerapan Protokol Kesehatan yang dilaksanakan di Ekowisata Sungai Mudal, semoga wisatawan yang berkunjung di Ekowisata Sungai Mudal  menyadari dan faham terhadap penerapan Protokol Kesehatan yang ketat ini. Semuanya bertujuan untuk keselamatan, kesehatan wisatawan agar terhindar dari penyebaran Virus Covid-19, walaupun di Kabupaten Kulon Progo sudah dalam kategori PPKM Level 2.

SISTEM BUKA TUTUP H+3 DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL

H+3 di Ekowisata Sungai Mudal, demi penerapan Protokol  Kesehatan organisasi menerapkan sistem buka tutup, agar pengunjung bisa terlayani sesuai SOP Prokes yang telah ditetapkan. Apabila kunjungan wisatawan penuh sebelum bisa masuk ke Area Ekowisata Sungai Mudal pengelola menyarankan agar pengunjung bisa berwisata di destinasi wisata sebelah, namun apabila sabar menunggu sampai ada kesempatan bisa masuk juga tidak apa-apa yang penting protokol kesehatan tetap diterapkan di area Ekowisata Sungai Mudal.  Pada hari ini Rabu, 04 Mei 2022, perkiraan pengunjung yang bisa terlayani dengan sistem Buka Tutup lebih kurang 2.000 (dua ribu) orang.

Sistem buka tutup diterapkan sebagai berikut :

  1. Apabila di tempat parkir sudah terpasang papan bertuliskan TUTUP, bukan berarti tempat wisata sudah tutup, namun  pengunjung bisa menunggu sampai ada pengunjung keluar dari tempat parkir.
  2. Setelah  pengunjung bisa masuk papan bertuliskan TUTUP tidak dipasang lagi, namun setelah tempat parkir penuh lagi papan bertuliskan TUTUP dipasang kembali.
  3. Didepan pintu masuk parkir dijaga oleh petugas yang selalu memberikan informasi kepada pengunjung / wisatawan (boleh masuk atau tidaknya.

Demikian sistem Buka Tutup yang dilaksanakan untuk mengatur kunjungan wisatawan di Ekowisata Sungai Mudal. Pengelola mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila layanan kepada wisatawan yang berwisata di Ekowisata Sungai Mudal kurang terlayani dengan semestinya. Semuanya dilaksanakan agar dapat memutus penyebaran Covid-19 di tempat wisata.

MONITORING KAMTIB DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL OLEH POLRES KULON PROGO

Suasana hari raya Idul Fitri di beberapa tempat wisata di Kalurahan Jatimulyo sejak hari pertama lebaran sudah menunjukan kunjungan wisatawan  lokal yang meningkat, namun untuk Ekowisata Sungai Mudal untuk hari pertama lebaran diliburkan  dengan pertimbangan bahwa anggota organisasi Ekowisata Sungai Mudal diberi kesempatan untuk bersilaturahmi / halal bihalan di keluarga/ sanak famili terdekat, dan kunjungan wisatawan diarahkan ke  tempat wisata terdekat.  Baru H+2 Ekowisata Sungai Mudal mulai buka Pukul 8.30 WIB.

Pada hari Selasa, Tanggal 03 Mei 2022 Polres Kulon Progo dan Polsek Girimulyo melaksanakan monitoring Keamanan dan Ketertiban di Ekowisata Sungai Mudal. Di kegiatan monitoring ini dari Tim Polres Kulon Progo menyampaikan bahwa dalam masa pandemi Covid-19 ini  organisasi Ekowisata harus menerapkan Protokol Kesehatan sesuai dengan prosedur/ aturan yangtelah ditetapkan pemerintah, dan selama ini sudah dilaksanakan secara tertip di Ekowisata Sungai Mudal. Dan Ekowisata Sungai Mudal sudah memiliki Sertifikat CHSE sehingga penerapan Prokes harus mengacu pada poin-poin yang ada di penilaian CHSE di organisasi.

Selainitu  Tim dari Polres Kulon Progo  juga menyampaikan agar keamanan dan ketertiban di tempat wisata harus selalu terjaga antara lain :

  1. Keamanan sarana dan prasarana aset organisasi dan keamanan lingkungan, harus diadakan ronda dengan sistem terjadwal.
  2. Mencegah peredaran dan penggunaan Narkoba/Psikotropika/ Miras  di area dan lingkungan Ekowisata Sungai Mudal dengan memfungsikan Pokja Keamanan dan pemantauan Bhabinkamtibmas Kalurahan Jatimulyo, apabila terjadi hal-hal yang mencurigakan segera diadakantindakan yang terukur sesuai prosedur.
  3. Keamanan lalulintas bagi pengendara kendaraan umum baik sepeda motor atau mobil agar selalu terpantau, karena di Ekowisata Sungai Mudal terdapat 2 tempat parkir yaitu Gate 1dan Gate 2, sehingga di tiap-tiap titik harus ada petugas pemantau, agar tidak terjadi kecelakaan, terutama di posisi tanjakan menuju parkir atas (Gate 1).
  4. Setelah difahami dan dicermati bahwa tanjakan jalan dimaksud sangat curam, sempit dan licin apabila hujan turun, sehingga perlu penanganan permasalahan di posisi tanjakan jalan menuju tempat parkir atas tersebut karena sering terjadi kecelakaan bagi pengendara sepeda motor. Tetutama bahu jalan yang ditanami tanaman pakan ternak akan membuat jalan rabat beton menjadi berlumut dan licin.
  5. Sebagai alternatif pemecahan masalah di posisi tanjakan dimaksud adalah : (1) Pengaspalan Jalan posisi tanjakan, (2) corblok bahu jalan dan bahu jalan sebaiknya tidak ditanami pakan ternak.
  6. Di hari Selasa, 03 Mei 2022 kunjungan wisatawan di ESM cukup banyak, sehingga Tim dari Polres Kulon Progo menyarankan agar peraturan yang telah ditetapkan di bidang kepariwisataan agar dilaksanakan yang sebaik-baiknya dengan tepat dan terukur.

Segenap pengelola Ekowisata Sungai Mudal mengucapkan terima kasih atas kegiatan Monitoring Keamanan dan Ketertiban dari Polres Kulon Progo dan pemantauan Kamtibmas secara rutin oleh Polsek Girimulyo. Sehingga dengan kegiatan monitoring semacam ini bisa dilaksanakan secara rutin oleh pihak-pihak yang terkait dengan organisasi Ekowisata Sungai Mudal.

PROGRAM KERJA ORGANISASI BERUPA PEMBANGUNAN PANGGUNG SERBAGUNA SEMI PERMANEN DI AREA ESM

Didalam program kerja organisasi Ekowisata Sungai Mudal, tercantum program kegiatan tahun 2022  berupa Pembangunan Panggung Serbaguna Semi Permanen.  Pembangunan panggung semi permanen dimaksud bertujuan untuk penyediaan tempat serbaguna yaitu: penampilan Kesenian, terutama kesenian tradisional dengan peserta anak-anak, Tari-tarian tradisional, seni musik akustik dll, tempat rapat, tempat upacara adat/ tradisi,  bisa juga untuk tempat selfi rombongan, dan kegiatan lainnya.

Panggung tersebut direncanakan dengan volume 6 x 15 meter, namun apabila setelah dalam pengerjaan bisa menambah volume, bahkan menjadi berkurang volumenya  tidak akan menjadikan permasalahan, dan disamping panggung kedepan akan disiapkan tempat dengan volume lebih kurang 4 x 6 meter sebagai tempat untuk menaruh alat musik/ gamelan dan sarpras penunjang lainnya untuk kelengkapan kegiatan.  Panggung dimaksud  posisinya didepan  tugu Ekowisata Sungai Mudal. Adapun material yang harus disiapkan adalah sebagai berikut: Batu kapur / Batako, Besi ulir, Semen, Batu Splite, Batu alam, paving block dan relief  bertema alam sebagai  background panggung.

Dalam waktu dekat, pada bulan Mei panggung akan digunakan untuk acara ritual keagamaan  Tri Buana Manggala Bhakti, yaitu  kegiatan pra hari raya Waisak bagi Umat Budhis yaitu kegiatan dengan pesan-pesan sosial berupa : Pelepasan Satwa, Pelepasan Burung, Restocking Ikan di bantaran sungai Mudal, Penanaman Pohon Konservasi, yang semuanya punya arti bahwa kehidupan di dunia ini harus bersatu dengan alam, dengan mengedepankan pelestarian lingkungan hidup. Sebagai bentuk kepedulian/ toleransi pengelola Ekowisata Sungai Mudal kepada umat Budhis untuk melaksanakan kegiatan Tri Buana Manggala Bhakti. Dan sebagai bukti bahwa Kalurahan Jatimulyo sudah dalam kategori Kampung Pancasila.

Target pembangunan panggung serbaguna sampai dengan bulan Mei sehubungan keterbatasan swadaya dana organisasi adalah (1) Talud / bangket depan dan (2) pemasangan lantai panggung dengan paving block, sedangkan untuk (3) relief background dan (4) pemasangan batu alam di talud depan (muka panggung)  direncanakan dilaksanakan pada bulan Juni 2022, karena ada program yang sifatnya juga mendesak yaitu : penyediaan Outlet UMKM, pembangunan Toilet  volume 10 petak/unit  di sisi barat pendopo timur.

Adapun desain sederhana panggung sebagai berikut:

Panggung2
Panggung1

Pengukuran Calon Bangunan Panggung Serbaguna  yang akan dimulai pada hari Rabu, 06 April 2022

pg7
pg6

Pengerjaan hari pertama  dilaksanakan penggalian calon pondasi dan perataan tanah

pg8
pg9

Kegiatan hari selanjutnya masih sama yaitu perataan calon pondasi,  perataan tanah dan menyiapkan besi untuk sloof

Pemasangan batako sudah selesai dan selanjutnya diteruskan dengan pemasangan sloof pondasi

Setelah dilaksanakan pengerjaan, dan dengan pengukuran yang lebih detail akhirnya volume panggung bisa tercapai 7 x 17 meter.

Pgg6
Pgg5

Progress Tanggal 12 April  2022 berkat semangat Ramadhan posisi tanah sudah rata harapannya hari berikutnya untuk pasang sloof pondasi biar panggung setelah dipasang  paving block bangunan akan kokoh dan kuat  apabila menampung banyak orang melaksanakan kegiatan di atasnya.

BRIEFING PAGI SEBELUM KEGIATAN DIMULAI

Di organisasi Ekowisata Sungai Mudal, setiap kegiatan pokja ESM  dimulai, secara rutin  dilaksanakan briefing pagi,  briefing pagi dilaksanakan setelah kerja bakti kebersihan lingkungan dan penyemprotan  desinfektan di area wisata.  Setelah kerja bakti selesai pulang dan memakai seragam kerja untuk siap bekerja.

Pada breafing pagi, Minggu, 27 Maret 2022 oleh Ketua organisasi ESM dan koordinator pengawas Ekowisata Sungai Mudal disampaikan :

(1) Sosialisasi dan penyampaian kartu dan sertifikat BPJS Ketenagakerjaan anggota Ekowisata Sungai Mudal yang tahun ini sudah terdaftar sebagai peserta BPJS sejumlah 53 orang;

(2) Rencana pengerjaan paving block jalan area dalam, didahului dengan kegiatan langsir / pengangkatan material berupa pasir pasang dan paving block, yang telah disepakati hari Selasa, 29  Maret 2022 Ekowisata Sungai Mudal diliburkan untuk kegiatan langsir material;

(3) Membahas rencana pembangunan panggung semi permanen untuk kegiatan yang sifatnya serba guna, direncanakan akan dibangun dengan volume 6 x 15 meter dengan konsep membuat bangket ukuran lebih kurang  6 x 15 meter, yang background belakang relief panorama alam yang spesifik dengan tema ekowisata;

(4) Rehap jembatan posisi timur kolam pemandian alami, yang pipa besinya dalam kondisi retak, sehingga harus secara mendesak dan cepat teratasi;

(5) Pembuatan tempat duduk dengan sistem bisa dipindah/ disimpan ketika tempat wisata sudah tutup;

(6) Pembangunan Outlet UMKM;

(7) Pembangunan Toilet di sisi barat Pendopo Timur.

Dengan briefing pagi dimaksud semua kegiatan dapat terlaksana sesuai program yang telah ditetapkan pada buku program kerja tahunan. Dengan slogan / sesanti : “Sawiji, Greget, Sengguh & Ora Mingkuh”, semangat untuk membangun akan lebih terlaksana secara natural dan punya rasa handarbeni.

Breefing pagi2
Breefing pagi

LIBURAN AKHIR PEKAN DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL 26 MARET 2022

Di masa PPKM Level 3 ini, kunjungan di tempat-tempat wisata sudah mulai stabil, dimungkinkan juga karena faktor keberhasilan program vaksinasi Covid-19 yang rata-rata sudah sampai vaksin yang ke-3 (booster). Ekowisata Sungai Mudal dalam kegiatan kesehariannya tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu pagi dilaksanakan penyemprotan desinfektan dan sore harinya dilaksanakan penyemprotan ulang. Semuanya dilakukan agar pencegahan penularan/ penyebaran Covid-19 dapat diatasi.

Kunjungan wisatawan di Ekowisata Sungai Mudal per tanggal 26 Maret 2022 dan hari-hari sebelumnya mayoritas  dari luar daerah yaitu: Jakarta, Jatim dan lain-lain.

Program Sambanggo dihitung berhasil, namun pengunjung dari Kulon Progo sangat minim sekali. Harapannya program Bela Beli Kulon Progo dapat berjalan dengan seimbang dengan program Sambanggo. Orang Kulon Progo dengan mengunjungi destinasi pariwisata di wilayah Kulon Progo berarti Cinta Destinasi  wisata di daerah sendiri, secara otomatis akan turut memajukan daerahnya juga.

Yang harus menjadi perhatian utama adalah keberadaan destinasi wisata di Kulon Progo sudah layak dicintai, digemari dan dikenang wisatawan atau belum???. Dan kondisi sarpras wisatanya sudah memenuhi atau belum????. Dari beberapa yang harus menjadi perhatian tersebut perlu menjadi perhatian serius bagi organisasi Ekowisata Sungai Mudal, agar kunjungan wisatawan akan bertambah dan akan berkunjung kembali di Ekowisata Sungai Mudal.

Kunjungan wisatawan di tanggal 26 Maret 2022 dapat dilihat di dalam gambar berikut :

WhatsApp Image 2022-03-27 at 13.53.17
WhatsApp Image 2022-03-27 at 13.52.36

KERJA BAKTI GOTONG ROYONG LANGSIR PASIR PASANG, PAVING BLOCK & PERSIAPAN PEMBUATAN TEMPAT DUDUK PENGUNJUNG & HASIL PEMASANGAN PAVING BLOCK

Dalam rangka tindak lanjut salah satu perwujudan program kerja organisasi Ekowisata Sungai Mudal, yang terlaksana pada awal bulan Maret 2022, yaitu pembangunan jalan paving block di area dalam Ekowisata Sungai Mudal dan telah selesai dilaksanakan dengan volume 80 meter. Setelah dievaluasi ternyata setelah jalan area dalam dipasang paving block, kondisi jadi lebih tertata dan menarik, dan juga pengunjung lebih aman, nyaman dan kerasan berlama-lama di Ekowisata Sungai Mudal. Sehingga dengan hasil evaluasi diambil keputusan organisasi untuk menambah volume jalan paving block menjadi tambah paving block volume 100 meter lagi. Paving block dan pasir pasang sudah dibelanjakan tinggal mengangkut / langsir ke area dalam. Hariini Jumat, 25 Maret 2022 ibu-ibu lingkungan Ekowisata Sungai Mudal melaksanakan kegiatan kerja bakti melangsir paving block dan pasir pasang, dan dimulai dengan pengangkutan pasir pasang dulu. Setelah pasir pasang selesai akan dilanjut pengangkutan paving block. Dan area dalam Ekowisata Sungai Mudal juga sudah siap papan kayu untuk membuat tempat duduk pengunjung Ekowisata Sungai Mudal. Tempat duduk akan dibuat dengan sistem bongkar pasang. Apabila pada musim hujan setelah waktu tutup wisata, tempat duduk bisa disimpan di gudang, sehingga tingkat keawetan tempat duduk bisa terjaga. Semoga dengan semangat pengelola untuk membangun dengan ber-slogan/ sesanti : “Sawiji, Greget, Sengguh, & Ora Mingkuh”, dapat mecapai tujuan organisasi yang telah dijabarkan pada Visi dan Misi Organisasi.

Pembuatan tempat duduk di-desain agar bisa disimpan apabila jam buka sudah tutup, agar tempat duduk menjadi awet dan berdaya guna

ANGGOTA ORGANISASI EKOWISATA SUNGAI MUDAL TERDAFTAR SEBAGAI PESERTA BPJS KETENAGAKERJAAN

Sejumlah 53 orang anggota  organisasi Ekowisata Sungai Mudal per-Tanggal 03 Desember 2021 telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara  Jaminan Sosial. Bagi anggota yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa mendaftar untuk peserta  selanjutnya.

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawan penting untuk diketahui. BPJS Ketenagakerjaan ialah program yang dibentuk oleh pemerintah guna memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada para pekerja.

Pemberi pekerjaan wajib untuk mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Untuk manfaatnya, dapat dinikmati baik saat masih bekerja ataupun saat purna kerja.

Jaminan Kecelakaan Kerja

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang sangat penting yakni jaminan kecelakaan kerja. Jaminan kecelakaan kerja dalam BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju ke tempat kerja atau sebaliknya, hingga perjalanan dinas. Jaminan kesehatan tersebut juga termasuk penyakit yang disebabkan oleh lingkungan tempat bekerja.

Manfaat tersebut diberikan tak terbatas biaya, sesuai dengan kebutuhan medis sampai pekerja sembuh. Selain itu, pekerja juga akan memperoleh santunan upah selama tidak bekerja.

Upah yang diberikan yakni upah utuh selama 12 bulan pertama serta seterusnya 50 persen sampai sembuh. Jaminan kecelakaan kerja juga memberikan santunan kematian akibat kecelakaan kerja bagi keluarga peserta.

Semoga dengan terdaftarnya anggota organisasi Ekowisata Sungai Mudal sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat memberi semangat pada pengelola ESM bekerja penuh dengan kehati-hatian dan semangat yang tinggi demi terwujudnya tujuan organisasi yang telah dijabarkan dalam Visi dan Misi organisasi Ekowisata Sungai Mudal.

Sertifikat Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

PROGRAM KERJA EKOWISATA SUNGAI MUDAL TAHUN 2021 – 2023

Organisasi Ekowisata Sungai Mudal setiap tiga tahun sekali, setelah pembentukan pengurus baru, sebagai tindak lanjut pengurus yang baru harus menyusun program kerja tahunan, dan apabila program tahun sebelumnya ada program pokok yang belum terlaksana, maka di tahun berikutnya bisa menjadi program pokok. Dan program yang mendesak/ penting dan belum masuk dalam program kerja bisa dilaksanakan/ didanai segera. Semua program mengacu pada anggaran organisasi. Adapun program kerja organisasi ESM tahun 2021 – 2023 adalah sebagai berikut:

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA ORGANISASI EKOWISATA SUNGAI MUDAL REVIEW TAHUN 2022

Organisasi Ekowisata Sungai Mudal pada Tahun 2022 ini telah melakukan perubahan atau review AD/ART organisasi. Seiring dengan perkembangan destinasi wisata perlu adanya penambahan ketentuan-ketentuan yang mengkikat organisasi,  masyarakat pelaku usaha dan wisatawan yang berkunjung di Ekowisata Sungai Mudal. Review AD/ART dilaksanakan bertujuan : (1) Transparansi pengelolaan Tempat Wisata; (2) Keterlibatan stakeholder; (3) Pengembangan usaha yang berkelanjutan di organisasi Ekowisata Sungai Mudal; dan (4) AD/ART sebagai dasar untuk melaksanakan Program dan sebagai kunci untuk mengatasi semua  permasalahan yang ada di organisasi. (5) Organisasi berpegang teguh pada tujuan  organisasi dengan pelaksanaan Visi dan Misi Ekowisata Sungai Mudal sesuai AD/ART yang sudah disepakati. Adapun AD/ART Review Tahun 2022 adalah sebagai berikut: